Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘jalan-jalan…’ Category

Stumbu Hill…..located in Karangrejo Village, Magelang, Central Java, Indonesia. It’s about 2,5 km southwest Borobudur Temple. Most of the visitors are photographers because this is the best place to capture the beauty of the greatest Buddhist temple in the world from above.

Edwtimg_5374

Read Full Post »

Img_1225

Cuti kerja memang paling menyenangkan buat refreshing sambil hunting foto, khususnya di tempat2 yang belom terlalu terjamah….alias masih virgin. Salah satunya ya di Pantai Timang…Tepus…Gunungkidul.

Walaupun sudah sering masuk tv, seperti di acara Harmoni alam ataupun Jejak Petualang, pantai ini bisa dibilang belum terlalu banyak dijamah. Akses menuju pantai ini masih berupa jalan tanah melewati perkampungan dan ladang, baru sebagian saja yang telah diperkeras dengan batu dan semen. Alangkah akan lebih mudah mencapai Pantai Timang dengan menggunakan sepeda motor, atau kalau mau pakai mobil ya sebaiknya yg 4WD (4 wheel drive).

Read Full Post »

Biennale Jogja adalah event dua tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1988 dan kini telah menjadi event seni rupa yang cukup bergengsi dan menjadi acuan dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Pada event kali ini tema yang diambil adalah “Religiusitas, Spiritualitas dan Kepercayaan” terutama yang terjadi di India dan Indonesia.

Biennale Jogja XI ini berlangsung pada tanggal 26 November 2011 sampai dengan 8 Januari 2012. Pameran hasil karya dari 25 seniman Indonesia dan 15 seniman India ditata dengan sangat menarik di Jogja National Museum dan juga di Taman Budaya Yogyakarta.

Read Full Post »

this is it….the legend of kendang tunggal dari Jogja, mBah Sujud. Kalo ngaku bener2 orang Jogja…harusnya tau dengan sosok “Penarik Pajak Rumah Tangga ini”. Walaupun sudah tidak muda lagi dan baru saja menjalani proses penyembuhan bagi penglihatannya yang mulai rabun, mBah Sujud tetap aktif berkesenian….salah satunya dalam rangka menyambut Jogja International Street Performance

Read Full Post »

Img_7451

Hahaha…bener2 niat ni yang bikin acara Art|Jog|11, sampe2 halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY) digali kurang lebih 1,5 meter buat naruh kepala bayi raksasa yang terbuat dari tanah liat. Exhibition Hall TBY pun dirubah beberapa bagiannya menggunakan semacam partisi yang terbuat dari gypsum sehingga membentuk alur ruang pameran yang berbeda dari biasanya. Memang sudah jadi kebiasaan Art|Jog untuk memberikan kesempatan bagi salah satu commission artist-nya untuk membuat karya site specific dengan menyulap penampilan gedung Taman Budaya Yogyakarta. Tahun ini Eddi Prabandono yang dipercaya untuk menggarap karya besar itu. Selain Eddi, commission works lainnya, karya Krisna Murti juga hadir di dalam ruang pamer ART|JOG|11. 

Img_7437

Acara ini dibuka oleh salah satu patron Art Fair internasional yakni Lorenzo Rudolf (mantan direktur Art Basel; inisiator Art Basel Miami; mantan direktur ShContemporary – Shanghai dan Art Stage – Singapura). Art|Jog|11 berlangsung mulai tanggal 16 Juli hingga 29 Juli 2011. Sebanyak 3500 karya dari 1770 seniman diseleksi guna mengikuti pameran ini hingga akhirnya terpilih 241 karya dari 165 seniman yang dipamerkan. Berikut ini beberapa karya yang cukup menarik perhatian menurut saya pribadi, hehehe…

Read Full Post »

Rabu, 13 Juli 2011

Dari daerah Ngadas, pos pendakian Ranu Pani bisa dicapai dalam 30-45 menit menggunakan motor menyusuri punggungan bukit dengan jurang di setiap sisinya, atau kalo berangkat berbanyak bisa sewa pick up yang biasa buat angkutan sayur mayur disana. Akses cukup sulit karena jalanan yang rusak, tapi setelah masuk ke wilayah Lumajang….jalanan jadi lebih enak soalnya sudah diaspal dengan baik.

Img_7246ed

Tiba di Ranu Pani, ketemu rombongan anak UGM juga yang baru saja turun dari Mahameru. Berhubung sudah jam 2 siang, langsung deh lapor ke pos pendakian dan mulai jalan. Perjalanan dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo kurang lebih ditempuh dalah 3 jam dengan speed normal. Kurang lebih jam 5 tiba di Ranu Kumbolo, suhu udara sudah terasa cukup dingin. Suasana Ranu Kumbolo cukup rame sore itu, ada rombongan dari Jogja, Malang, dan juga Jakarta. Menjelang maghrib tenda pun selesai dibangun, dengan bantuan dari seorang bapak yang ternyata sama2 berasal dari Jogja. Maklum…tenda yang dibawa ukuran jumbo (6-7 orang), padahal cuma berangkat berdua, dah gitu patoknya entah tertinggal dimana, haha…

Suasana petang menjelang malam di Ranu Kumbolo semakin meriah dengan adanya api unggun yang dibuat oleh rombongan keluarga dari Jogja. Kalo ada yang tau toko adventure Kingkong di Jogja, salah satu dari rombongan keluarga tersebut adalah pemilik dari toko tersebut. Tapi karena pindah rumah, Kingkong sekarang dah tutup. Api unggun nampaknya jadi senjata yang ampuh untuk melawan hawa dingin yang mencapai suhu 15 derajat Celcius. Sore aja segitu, gimana malemnya ya…hehe (*sayang nya ga bawa termometer buat ngecek, yang bawa termometer rombongan lain)

Daripada lama2 kedinginan di luar, meding masuk ke tenda trus tidur biar bangun2 dah sunrise. Kata beberapa orang disitu suhu malam itu emang bakalan dingin soalnya menjelang purnama. Walopun belom tau korelasi antara purnama dengan suhu udara, tapi emang bener sih jadi dingin banget, sekitar jam 1 dini hari dinginnya ga ketulungan, udah komplit tidur pake penutup kepala, kaos tangan, kaos kaki, sleeping bag…tetep aja kaki kerasa dingin. Bahkan kalau beruntung, suhu di Ranu Kumbolo pada bulan Juli-Agustus bisa mendekati nol derajat Celcius dan menyuguhkan fenomena embun es. Kondensasi embun yang menempel di tenda membeku dan menjadi kristal2 es mampu memberikan nuansa yang tak terlupakan.

when the sun rises….

Read Full Post »

Tema YGF kali ini adalah “therapy for life“, hal ini memiliki makna bahwa gamelan merupakan sarana yang dapat membantu manusia untuk memperbaiki hidup dan juga menuntun manusia untuk kembali ke kehidupan yang harmonis. Gamelan tidak hanya dipandang sebagai sebuah alat musik, melainkan memiliki filosofi yang mengedepankan harmonisasi dan nilai2 kemanusiaan mengenai kebersamaan, kesabaran, dan juga sopan santun.

Acara yang dikemas dengan sangat baik ini, dari tahun ke tahun selalu menyedot pengunjuk yang cukup banyak. Selain format pertunjukan yang dilakukan dalam concert hall, faktor bebas biaya masuk alias 100% free sungguh membuat acara ini istimewa. Hal ini terbukti dari penuhnya pengunjung selama 3 hari YGF 2011 ini. Berikut ini liputan ringkas dari 16th YGF 2011 plus foto tiap2 performer-nya…

Hari Pertama – Kamis, 7 Juli 2011

Read Full Post »

Older Posts »