Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘sekedar cerita…’ Category

Setelah sekian lama pengen ikut lomba foto yang satu ini, akhirnya tahun ini (2012) kesampaian juga. Tahun lalu Canon PhotoMarathon Indonesia (CPMI) sebenernya ada yang di Jogja, tepatnya di kompleks Candi Prambanan, tapi sayangnya posisi lagi di Kalimantan. Mumpung yg kali ini pas lagi di Jogja dan bisa ikut CPMI, share dikit ah cerita CPMI 2012 kemaren….skalian nge-blog. Sebenernya kemaren udah sempet share di forum kampus, tapi kaya’nya kurang afdhol kalo belom di-posting di blog pribadi.

Setau saya sih ini memang lomba foto terbesar untuk jenis lomba foto yang hasil karya nya bukan dikirim baik file maupun cetak…..alias lombanya on the spot. Hari itu jepret-jepret….hari itu dikumpul…hari itu juga diumumkan pemenangnya. Tahun 2012 ini CPMI dilaksanakan di 3 kota: Surabaya, Jogja, dan Jakarta.

Pagi2 para peserta dikumpulkan….untuk sesi Jogja dilakukan di Benteng Vredeburg. CPMI terdiri dari 2 tema lomba foto. Setelah registrasi ulang dan mengambil perlengkapan lomba, tepat pukul 8 pagi lomba Tema 1 dimulai, tema nya adalah “indahnya jogja”. Masing-masing tema berdurasi 1 jam 30 menit. Terdapat sebuah jam sebagai penanda waktu lomba dan tiap peserta harus memotret jam tersebut pada akhir sesi. Setelah itu langsung dilanjut Tema 2 yaitu “warna-warni”. Dalam mengambil gambar pada kedua tema ini para peserta diperbolehkan keluar dari area Benteng Vredeburg. Banyak yang berjalan kaki menyusuri Malioboro, menyewa becak hingga ke Kraton, bahkan ada yang menggunakan andong untuk mencapai Tamansari dan Alun-alun Kidul.

Img_0833

Setelah kedua tema terlalui, peserta diminta memilih 1 foto yang akan dilombakan dari masing-masing tema. Setelah itu seluruh peserta diistirahatkan… (*malah kaya’ upacara).

Read Full Post »

This short video consist of more than 700 photos and combine with some HD videos.

  • Camera: Canon EOS 60D with Magic Lantern
  • Lenses: Canon EF-S 10-22mm f/ 3.5-4.5 USM, Canon EF 85mm f/ 1.8, Tamron 90mm f/ 2.8 Macro
  • Tripod: Excell UFO 260
  • Software: Adobe Photoshop CS4 Extended, Sony Vegas Pro 11

Read Full Post »

Editedpindul_7

Berlokasi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Kalau dari Jogja, langsung aja menyusuri jalan Wonosari….sampai ke “kota Wonosari”-nya, setelah itu tinggal ke timur sedikit dan plang penunjuk jalan pun telah siap memandu kita semua menuju Goa Pindul.

Terdapat 3 pilihan “kegiatan” yang bisa kita lakukan, atau malah sekalian mencoba semuanya….cave tubing di Goa Pindul, rafting di Kali Oya, dan caving di Goa Sioyot. Untuk menyusuri (cave tubing) Goa Pindul sepanjang 350 meter, kurang lebih akan memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Untuk rafting Kali Oya nya sendiri bisa memakan waktu 1-2 jam dengan total alur sungai yang ditempuh sekitar 1,5 km. Sedangkan untuk Goa Sioyot…kami tidak mencoba memasukinya karena waktu yang tidak memungkinkan, akan tetapi menurut info panjang lintasan caving di Goa Sioyot adalah 1000-1500 meter dan dapat ditempuh dalam waktu 1-2 jam.

Setelah semua siap….langsung berangkat menuju TKP.

Read Full Post »

Beberapa waktu yang lalu sempet hunting foto di Dieng bareng temen2 dari Arkana Photo yaitu Afif, Maulana, dan juga Farhan plus seorang teman baru merangkap sebagai local guide yaitu Fa’i. Cuaca yang senantiasa berkabut cukup menjadi tantangan bagi kita untuk memotret landscape, tapi ya justru itu yang bikin menarik.

Kebun Teh Tambi

Diawali dengan jalan2 di kebun teh Tambi, cuaca di sore hari cukup mendung dan berkabut, bahkan hujan pun sempat turun beberapa saat. Namun hal itu tidak menyurutkan niat untuk mendapatkan foto yang indah dari perkebunan teh tersebut. Perkebunan ini terletak kurang lebih 16 km sebelah utara Kota Wonosobo, di kaki Gunung Sindoro sebelah barat. Luas kebun teh ini adalah 829,14 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 1300 mdpl. Pada awalnya perkebunan ini adalah milik Belanda (pada tahun 1885) dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij.

Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna merupakan kompleks candi Hindu yang digunakan untuk menyembah Dewa Siwa dan dibangun pada tahun 809 Masehi. Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris yang bernama Van Kinsbergen pada tahun 1814. Mendung masih menghiasi langit. Beberapa jepretan menggunakan kamera IR (infrared) pun sempet dilakukan, biar keliatan lebih menarik….walopun itu kamera pinjeman sih (punya Farhan). Sore itu sempet ujan, jadi hunting segera diselesaikan dan diulang pada hari berikutnya. Namanya di alam terbuka, cuaca adalah faktor “X” yang susah untuk diprediksi.

Telaga Warna

Telaga ini cukup menarik untuk diabadikan, airnya yang berwarna hijau keputihan memberikan nuansa yang berbeda dari telaga/ danau lainnya. Warna yang tercipta kemungkinan merupakan pengaruh dari belerang/ sulfur yang terkandung di dalamnya, oleh karena itu juga bau tidak sedap (belerang) terkadang tercium di sekitar telaga.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang terletak tidak jauh dari Telaga Warna. Kawah ini merupakan objek wisata kawah yang paling terkenal di Dieng. Hal ini dikarenakan kawah ini termasuk aman karena tingkat belerangnya yang cukup rendah dan juga fasilitas yang tersedia di sekitar kawah Sikidang cukup lengkap, seperti mushola, toilet, area parkir yang luas, dan juga tempat untuk membeli oleh-oleh. Selain kawah Sikidang, masih ada beberapa kawah lainnya yaitu kawah Timbang, Sileri, Sinila, Sibanteng, dan juga Candradimuka. Beberapa kawah juga menyimpan potensi bahaya gas beracun.

Read Full Post »

Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih 25km dari Kota Jogja. Dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, suhu udara disana kurang lebih sekitar 23-27 derajat Celicius sehingga tidak terlalu panas atau pun dingin. Dari Kota Jogja, lokasi ini dapat dicapai melalui Jalan Wonosari kemudian naik ke arah bukit Patuk dan belok kiri ke arah Timur melewati Desa Ngoro-oro yang identik dengan tower-tower stasiun pemancar televisi. Jika datang dari arah Wonosari, maka lokasi Gunung Nglanggeran dapat diakses melalui jalan pintas di persimpangan Sambipitu dengan mengambil jalan ke arah Dusun Bobung yang terkenal dengan kerajinan topengnya.

Untuk mencapai puncak, dapat ditempuh dengan melakukan pendakian kurang lebih selama satu jam. Beberapa alat bantu seperti tali dan tangga sederhana telah disediakan guna mempermudah melalui medan yang bisa dibilang “a little bit tricky“. Keindahan yang disuguhkan sangat beragam, mulai dari bongkahan batuan besar yang menyusun gunung purba ini, sunset yang indah pada sore hari, hingga kerlap-kerlip lampu kota Jogja-Klaten-Solo pada malam hari.

Read Full Post »

Minggu, 3 Juli 2011

Pagi2 buta sebelum subuh dah siap2; jaket, kamera, lensa, air minum, dan juga motor….semua sudah ready on the go. Habis sholat subuh langsung menembus dinginnya Jogja menuju Kinahrejo alias daerah yang dulunya adalah tempat tinggal mBah Maridjan. Labuhan kali ini sedikit berbeda dengan yang dahulu2, bisa dibilang sedikit lebih sederhana. Hal ini memang dipandang wajar, mengingat erupsi Merapi belum lama melanda daerah tersebut. Lokasi labuhan pun hanya berkisar 1,5 km dari ex-kediaman mBah Maridjan, yaitu di alas Bedengan. Maklum…bukit Srimanganti yang dahulu merupakan lokasi pos labuhan dirasa masih cukup sulit untuk dicapai, bahkan belum diketahui seperti apa sekarang bentuknya.

Mas Lurah Surakso Sihono atau yang biasa dipanggil Pak Asih merupakan juru kunci Merapi yang baru, melanjutkan jejak ayahnya sendiri yaitu mBah Maridjan. Pagi2 sekali warga telah memenuhi area lava tour di Pangukrejo, menanti rombongan labuhan untuk segera naik ke atas. Sekitar pukul 06.30 WIB rombongan mulai berjalan ke atas dengan didampingi tim pengamanan dari TAGANA dan SAR. Rombongan menuju ex-kediaman mBah Maridjan untuk ziarah terlebih dahulu, tapi jangan salah…ini bukan lah makam dari mBah Maridjan.

Img_6928

Setelah itu rombongan kembali berjalan ke atas, menyusuri jalan setapak di kaki Merapi. Masih dengan regu pagar betis dari TAGANA dan SAR, rombongan berjalan dengan perlahan dan hati2 menyusuri punggungan bukit menuju alas Bedengan.

(more…)

Read Full Post »

Gara2 info dari NG yang mengatakan ini termasuk gerhana bulan total terlama, jadinya penasaran ni… Menurut info yg dilansir NG melalui web nya, gerhana bulan total pada 16 Juni 2011 ini termasuk yang terlama, yaitu fase bulan tertutup total/ seluruh nya atau dengan kata lain suatu daerah di bumi masuk pada area “umbra” adalah selama 100 menit. Di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara) sendiri gerhana dimulai pada pukul 00.25 WIB dan selesai pada pukul 05.59 WIB. Untuk fase tertutup total nya mulai pada pukul 02.22 WIB sampai dengan 04.02 WIB. Fase akhir gerhana tidak dapat dinikmati dari sini karena bulan telah tenggelam. Sebaliknya, pengamat di wilayah Eropa akan kehilangan fase awal gerhana karena pada saat itu bulan belum terbit.

Untuk foto fase2 gerhana nya, lebih enak liat yg disini http://anakkamera.posterous.com/the-night-of-the-redmoon

Pada gerhana bulan total ini juga terjadi fenomena yg menarik, yaitu munculnya redmoon. Kalo teori nya kan bulan nya bakalan gelap tu karena ga dapet cahaya dari matahari, tapi nyata nya enggak juga tu. Menurut info yg ada, pada saat gerhana bulan total maka bulan tidak mendapatkan cahaya dari matahari karena tertutup bayang-bayang bumi. Akan tetapi hal ini tidak menjadikannya gelap gulita karena bulan mendapatkan pantulan cahaya dari atmosfer bumi. Warna yg ditimbulkan pun bergantung pada kondisi atmosfer dan jarak bulan terhadap bumi, semakin dekat maka cahaya yg diterima bulan semakin banyak dan warna akan semakin merah. Ben Burress, astronom dari Chabot Space & Science Center in Oakland, California, menyatakan bahwa debu dan gas pada atmosfer menyaring gelombang warna biru dari matahari sehingga yang dilewatkan hanya warna merah.

this is the redmoon….

Img_6608

Beberapa gerhana yang termasuk dalam gerhana terlama…bahkan lebih lama dari yang sekarang (16 Juni 2011) antara lain adalah gerhana yg terjadi pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, 16 Juli 2000 selama 107 menit, dan yang akan datang adalah 27 Juli 2018 yaitu selama 106 menit. Jadi…bagi yg terlewat malam ini, masih ada kesempatan di tahun 2018. Hehehe…

For Your Information: Kamera yg digunakan adalah EOS 60D dengan sebagian besar dijepret pada ISO 400 dan metering dikompensasi hingga -5 EV. Pada saat mulai fase redmoon ISO dinaikkan ke 1600 dan kompensasi hanya -1 EV. Lensa Meyer Gorlitz Primotar 135mm f/3.5 dengan aperture sebagian besar di-set pada bukaan terkecil yaitu f/22. Tripod Excell UFO 260.

Read Full Post »

Older Posts »