Feeds:
Posts
Comments

Editedpindul_7

Berlokasi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Kalau dari Jogja, langsung aja menyusuri jalan Wonosari….sampai ke “kota Wonosari”-nya, setelah itu tinggal ke timur sedikit dan plang penunjuk jalan pun telah siap memandu kita semua menuju Goa Pindul.

Terdapat 3 pilihan “kegiatan” yang bisa kita lakukan, atau malah sekalian mencoba semuanya….cave tubing di Goa Pindul, rafting di Kali Oya, dan caving di Goa Sioyot. Untuk menyusuri (cave tubing) Goa Pindul sepanjang 350 meter, kurang lebih akan memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Untuk rafting Kali Oya nya sendiri bisa memakan waktu 1-2 jam dengan total alur sungai yang ditempuh sekitar 1,5 km. Sedangkan untuk Goa Sioyot…kami tidak mencoba memasukinya karena waktu yang tidak memungkinkan, akan tetapi menurut info panjang lintasan caving di Goa Sioyot adalah 1000-1500 meter dan dapat ditempuh dalam waktu 1-2 jam.

Setelah semua siap….langsung berangkat menuju TKP.

this is it….the legend of kendang tunggal dari Jogja, mBah Sujud. Kalo ngaku bener2 orang Jogja…harusnya tau dengan sosok “Penarik Pajak Rumah Tangga ini”. Walaupun sudah tidak muda lagi dan baru saja menjalani proses penyembuhan bagi penglihatannya yang mulai rabun, mBah Sujud tetap aktif berkesenian….salah satunya dalam rangka menyambut Jogja International Street Performance

Alhamdulillah….setelah menghuni Jogja selama 23 Tahun dan bertempat tinggal tidak jauh dari kompleks Kraton Jogja, akhirnya kesampaian juga menikmati hidangan ala Raja di Bale Raos. Itupun gara2 dapet voucher senilai 50rb sih, ya lumayan lah voucher segitu bisa buat satu menu…

Bale Raos sendiri adalah salah satu resto yang menyajikan hidangan ala Kraton Jogja, dan yang spesial adalah lokasi nya pun di dalam Kraton, tepatnya adalah di Jalan Magangan Kulon No. 1, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Jadi inget waktu kecil sering jalan2 dari rumah sampai ke Magangan. Gunungan untuk upacara grebeg pun dibuatnya di Magangan. Yang sangat unik di Magangan ini adalah jika orang mengendarai kendaraan dan ingin melintas di halaman depan pendopo maka diharuskan untuk turun dan mematikan mesinnya. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Kraton. Hal yang serupa juga berlaku di Keben (Kraton). Benar2 adat istiadat yang masih terjaga…

Kembali ke Bale Raos…..saatnya mencicipi hidangan ala Raja. Dari dulu memang sudah penasaran dengan menu “Bebek Suwar Suwir” dan juga “Beer Jawa”, kalau temen saya milih “Lombok Kethok” dan “Es Camcao”. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hidangan pun datang…sebelum dimakan wajib difoto dulu, hehehe. Pada pandangan pertama sebenernya langsung komentar “bener2 ala hotel berbintang…masakan nya cuma secuil”.

Continue Reading »

Hmmff…baru sempet nulis ttg ni lensa Jerman, lensa manual yg menurut saya cukup unik…terutama bokeh nya. Bokeh sendiri adalah karakter tampilan area out of focus. Kalau baca di Kenrockwell sih bokeh dibagi 3: good bokeh, neutral bokeh, dan poor bokeh, ini semua mengacu pada bentuk karakter bokeh yang disebabkan oleh elemen optik dalam memfokuskan titik jatuhnya berkas cahaya pada sensor/ film. Karakter lensa ini sebenarnya termasuk dalam poor bokeh, tapi justru itu unik bagi beberapa orang. Bokeh yang ditimbulkan membentuk suatu lingkarang seperti cincin atau kue donat sehingga kadang disebut “bokeh doughnuts”.

Data teknis dari lensa ini kurang lebih adalah:

  • Focal length: 135mm
  • Max aperture: f/3.5 (stop down to 22)
  • 15-blades diaphragm….alias bilah diafragmanya 15 (wooow)
  • Ring 55mm (filter size)
  • Berat: 520gr

Dalam beberapa web disebutkan bahwa bokeh donat ini terbentuk karena jumlah bilah diafragma yang mencapai 15 buah. Berikut ini beberapa hasil capture pada open wide f/3.5:

 Img_0423

Hmm….mari kita bandingkan dengan lensa yang lain, tentu beda lensa…beda karakter bokehnya. Lensa yang digunakan sebagai pembanding adalah lensa Canon EF 85mm f/1.8 USM dan lensa Helios 44M-4 58mm f/2.

Untitled-1

Terlihat kan….Canon 85mm memiliki karakter bokeh yang paling halus, kalau Helios sedikit cenderung destruktif karena sebenarnya keunikan dari lensa Helios adalah swirly bokeh nya. Lensa Meyer dengan 15-blades ini menunjukkan bokeh yang bener2 destruktif…alias menghancurkan background menjadi donat, hehehe.

exploring the beauty of a temple called Plaosan*…

[*Plaosan: Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah]

Beberapa waktu yang lalu sempet hunting foto di Dieng bareng temen2 dari Arkana Photo yaitu Afif, Maulana, dan juga Farhan plus seorang teman baru merangkap sebagai local guide yaitu Fa’i. Cuaca yang senantiasa berkabut cukup menjadi tantangan bagi kita untuk memotret landscape, tapi ya justru itu yang bikin menarik.

Kebun Teh Tambi

Diawali dengan jalan2 di kebun teh Tambi, cuaca di sore hari cukup mendung dan berkabut, bahkan hujan pun sempat turun beberapa saat. Namun hal itu tidak menyurutkan niat untuk mendapatkan foto yang indah dari perkebunan teh tersebut. Perkebunan ini terletak kurang lebih 16 km sebelah utara Kota Wonosobo, di kaki Gunung Sindoro sebelah barat. Luas kebun teh ini adalah 829,14 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 1300 mdpl. Pada awalnya perkebunan ini adalah milik Belanda (pada tahun 1885) dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij.

Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna merupakan kompleks candi Hindu yang digunakan untuk menyembah Dewa Siwa dan dibangun pada tahun 809 Masehi. Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris yang bernama Van Kinsbergen pada tahun 1814. Mendung masih menghiasi langit. Beberapa jepretan menggunakan kamera IR (infrared) pun sempet dilakukan, biar keliatan lebih menarik….walopun itu kamera pinjeman sih (punya Farhan). Sore itu sempet ujan, jadi hunting segera diselesaikan dan diulang pada hari berikutnya. Namanya di alam terbuka, cuaca adalah faktor “X” yang susah untuk diprediksi.

Telaga Warna

Telaga ini cukup menarik untuk diabadikan, airnya yang berwarna hijau keputihan memberikan nuansa yang berbeda dari telaga/ danau lainnya. Warna yang tercipta kemungkinan merupakan pengaruh dari belerang/ sulfur yang terkandung di dalamnya, oleh karena itu juga bau tidak sedap (belerang) terkadang tercium di sekitar telaga.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang terletak tidak jauh dari Telaga Warna. Kawah ini merupakan objek wisata kawah yang paling terkenal di Dieng. Hal ini dikarenakan kawah ini termasuk aman karena tingkat belerangnya yang cukup rendah dan juga fasilitas yang tersedia di sekitar kawah Sikidang cukup lengkap, seperti mushola, toilet, area parkir yang luas, dan juga tempat untuk membeli oleh-oleh. Selain kawah Sikidang, masih ada beberapa kawah lainnya yaitu kawah Timbang, Sileri, Sinila, Sibanteng, dan juga Candradimuka. Beberapa kawah juga menyimpan potensi bahaya gas beracun.

Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih 25km dari Kota Jogja. Dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, suhu udara disana kurang lebih sekitar 23-27 derajat Celicius sehingga tidak terlalu panas atau pun dingin. Dari Kota Jogja, lokasi ini dapat dicapai melalui Jalan Wonosari kemudian naik ke arah bukit Patuk dan belok kiri ke arah Timur melewati Desa Ngoro-oro yang identik dengan tower-tower stasiun pemancar televisi. Jika datang dari arah Wonosari, maka lokasi Gunung Nglanggeran dapat diakses melalui jalan pintas di persimpangan Sambipitu dengan mengambil jalan ke arah Dusun Bobung yang terkenal dengan kerajinan topengnya.

Untuk mencapai puncak, dapat ditempuh dengan melakukan pendakian kurang lebih selama satu jam. Beberapa alat bantu seperti tali dan tangga sederhana telah disediakan guna mempermudah melalui medan yang bisa dibilang “a little bit tricky“. Keindahan yang disuguhkan sangat beragam, mulai dari bongkahan batuan besar yang menyusun gunung purba ini, sunset yang indah pada sore hari, hingga kerlap-kerlip lampu kota Jogja-Klaten-Solo pada malam hari.